Rabu, 11 November 2015

format dan manfaat penulisan skrifsi



 BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhir, baik pada starata satu (S1) maupun pascasarjana (S2), diwajibkan menyelesaikan satu tugas akademik, yaitu menulis karya ilmiah. Di S1 hasil karya ilmiah di sebut skripsi dan pada pascasarjana di sebut tesis. Skripsi dan tesis tersebut diangkat dari hasil karya ilmiah berbentuk penelitian. Berkaitan dengan ini sebelum mahasiswa melakukan penelitian diwajibkan mengajukan Usulan Penelitian atau Research Propsal/ Project Statement.
            Penelitian dapat pula diartikan sebagai pengamatan yang mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan. Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan instensif, karakter formal dan intensif karena terikat aturan, urutan  maupun cara penyajian agar memperoleh hasil yang bermanfaat bagi manusia, intensif dengan menerapkan ketelitian, dan ketepatan dalam melakukan proses agar memperoleh hasil yang dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab akibat.
            Penulisan makalah ini bertujuan untuk memaparkan metodelogi laporan penelitian yang baik dan benar. Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitan (Bahdin : 7).


B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian laporan penelitian ?
2. Apa tujuan penulisan laporan penelitian ?
3. Apa manfaat laporan penelitian ?
4. Bagaimana sistematika penulisan   laporan penelitian yang benar ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari laporan penelitian.
2. Untuk mengetahui tujuan penulisan laporan penelitian.
3. Untuk mengetahui manfaat penulisan laporan penelitian.
4. Untuk mengetahui sistematika penulisan laporan penelitian yang benar.










BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Laporan Penelitian
            Laporan penelitian dalam bahasa Inggris report berasal dari bahasa Latin portare yang berarti membawa, menyangkut, menyampaikan. Penelitian menurut Kerlinger ialah proses menemuan yang mempunyai karakteristik sistematik dan terkontrol, empiris dan berdasarkan pada tiori dan hipotesis atau jawaban sementara. Menurut Bahdin (35:2005) laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitan
            Kesimpulan yang dapat di ambil dari beberapa pengertian menurut para ahli yaitu, laporan penelitian adalah kerja akhir dari suatu proses panjang atau pendek dari suatu penelitian atau tahapan penelitian tertentu yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusulah  secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya.[1] Laporan penelitian menjadi semakin penting setelah dijadikan peninggalan tertulis dari suatu penelitian yang telah dilaksanakan.




B. Tujuan Laporan Penelitian
1.  Untuk mengenal pasti masalah
Dalam penulisan laporan penelitian yang dibuat harus bisa membuat   pembaca ataupun penulis benar-benar mengenali bahan yang dibahas.
2. Mencanangkan penyelesaian
Dalam setiap laporan penelitian biasanya disugukan dengan masalah dan      tentunya membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penyelesaian yang di canangkan harus tepat sehingga tujuan yang ingin disampaikan dapat tercapai.
3.Mencanangkan tindakan yang perlu dilakukan
Dalam hal ini penulis hendaknya mencantumkan beberapa tindakan yang perlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga ada kejelasan berupa fakta bukan hanya opini semata.
4. Membuat kesimpulan
Kesimpulan merupakan inti dari penelitian yang sudah di buat oleh penulis. Kesimpulan memegang peranan penting agar pembaca dapat memahami keseluruhan dari isi laporan yang di buat serta tujuan dan juga manfaatanya.

C. Manfaat Laporan Penelitian[2]
1. Menyampaikan informasi (presentation of information).
Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk menyampaikan informasi seputar penelitian yang sudah dibuat oleh penulis. Informasi-informasi yang disampaikan tentunya diharapkan dapat berguna bagi masyarakat.
2. Komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu maksud kepada pihak yang disarankan.
            Seperti yang kita ketahui bahwa laporan penelitian merupakan komunikasi tertulis dimana ide penelitian disampaikan oleh penulis lewat media tulis. Keguanaannya adalah untuk mempermudah komunikasi sehingga mengurangi pertemuan tatap muka, media tulisan yang dipilih sudah bisa mewakili apa yang ingin disampaikan oleh penulis.
3. Dokumen yang memberikan maklumat, laporan, ide kepada pembaca tentang suatu hal.
            Laporan penelitian adalah sebuah dokumen sah yang memuat suatu ide untuk disampaikan kepada penulis.

D. Sistematika Penulisan Laporan Penelitian
            Laporan penelitian adalah bagian dari karya ilmiah oleh karena itu penulisan nya harus sesuai dengan kode etik penulisan karya ilmiah. Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu di perhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang di gunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.
            Suatu laporan penelitian umumnya dibagi dalam  6 (enam) bab. Sebelum bab-bab laporan, ada bagian pendahuluan yang memberikan gambaran umum mengenai laporan. Bagian laporan penelitian pada umumnya terdiri dari beberapa halaman yang berisi:

1.   Halaman judul
            a. Judul haruslah singkat, spesifik, dan jelas.
            b. Judul harus menarik perhatian pembaca ketika di baca sepintas.
            c. Judul sebaiknya menggambarkan cakupan dan isi yang sedang di teliti.
2.       Halaman persetujuan
            Halaman persetujuan merupakan halaman yang berisi persetujuan dari   pembimbing penelitian terhadap proses, hasil dan laporan penelitian siswa atau mahasiswa.
3.       Halaman pengesahan dari rektor atau  pusat penelitian
            Tanda pengesahan promotor yang menyatakan bahwa laporan sudah sah.
4.    Abstrak
            a. Merupakan ringkasan hasil penelitian yang lengkap.
            b. Mencangkup permasalahan (latar belakang), metode, dan hasil penelitian.
            c.Tabel dan grafik tidak boleh dicantumkan dalam abstrak.
5.     Kata pengantar
            Kata pengantar berisi pernyataan ringkas tentang masalah tujuan, lembaga yang mensponsori peneliatian, dan sebagainya.[3] Pengantar dapat ditulis oleh orang yang memimpin atau oleh lembaga penelitian atau oleh  seseorang  yang mewakili lembaga yang mensponsori penelitian.



6.       Daftar isi
Daftar isi bertujuan agar pembaca dapat mengenali bagian-bagian laporan dan mereka dapat melihat hubungann antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
7.      Daftar tabel
8.        Daftar gambar atau grafik (jika ada)
            Menurut Mahsun (2005:126) sistematika penulisan laporan yang terdiri dari enam bab adalah sebagai berikut.
1)      Bab I  (Pendahuluan)
Pendahuluan Berisi hal-hal yang dapat memperkenalkan secara ringkas kepada pembaca tentang masalah penelitian, ruang lingkupnya, keguanaan teoritis, serta praktisnya, tinjauan pustaka dan kerangka teori, serta metode peneliatian . ikhwal bagaimana membuat rumusan masalah, tinjauan masalah, kerangka teori, dan penentuan metode penelia, pada uraian bab II.

2)      Bab II  (Metodologi Penelitian)
Hal serupa dijelaskan  metode penelitian pada dasarnya adalah suatu prosedur kerja yang sistematis, teratur, dan tertib yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah (penelitian) guna mendapatkan kebenaran yang objektif.


3)      Bab III  (Hasil Penelitian dan Pembahasan)
Pada bagian ini  dikemukakan hasil serta analisis data yang diperoleh pada tahap penyedian data sehingga diperoleh rumusan kaidah yang mengetur gejala kebahasaan yang menjadi obyek penelitian.

4)      Bab IV  (Kesimpulan dan Saran)
Kesimpulan harus perkataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan. Dalam kesimpulan ini akan terjamin akan tercermin jawaban darai masalah yang diajukan dalam penelitian dan sekaligus mencerminkan apa yang menjadi isi pada bagian hasil dan pembahasan.
Saran dirumuskan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan pebulis yang ditunjukan pada peneliti yang sebidang yang hendak melanjutkan penelitian yang serupa ataumengembangkan penelitian yang jtelah dilakukan.

5)      Bab V(Daftar Pustaka)
Semua dokumen, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan, yang digubakan  pada laporan kita semuanya dicantumkan sebagai bdaftra kepustakaan yang ditempatkan dibagian akhir lapoaran.

6)      Bab VI (Lapiaran – lampiran)
Lampiran biasanya berisi hal-hal teknis yang akan tampak tidak praktis kalau dimaksukkan kedalam teks laporan atau akan tidak pantas karena akan mengganggu kelancaran penyajian laporan .

E. Format penulisan skripsi
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menyusun hasil penelitian menjadi sebuah karangan berbentuk skripsi.[4] Diantara banyak hal yang harus diperhatikan itu adalah (1) kertas dan ukurannya, (2) cara pengetikan, (3) penomoran, (4) penulisan bilangan, (5) alenia, (6) penyajian table, gambar, diagram, dan lukisan, (7) penulisan sumber, (8) penyusunan daftar pustaka, dan (9) penulisan symbol.

A.   Kertas dan Ukuran
Kertas yang dipergunakan dalam penulisan skripsi meliputi (1) kertas untuk naskah dan (2) kertas untuk sampul. Ketentuan mengenai kedua kertas itu adalah sebagai berikut.


 A.1. Kertas untuk Naskah
Kertas yang dipergunakan untuk mengetik naskah adalah kertas HVS     dengan ukuran kuarto, berat 80 gram, dan berwarna putih. Jika dalam penulisan naskah terdapat lembaran yang harus menggunakann kertas lain (misalnya kertas millimeter atau kertas kalkir), kertas tersebut harus dilipat berukuran kuarto.
A.2. Kertas untuk Sampul
Kertas yang dipergunakan untuk sampul adalah kertas kuarto dijilid model hardcover. Kertas untuk sampul tersebut pada dasarnya memiliki ukuran yang sama dengan kertas untuk naskah. Adapun warnanya diatur sesuai warna prodi masing-masing.

B.   Cara Pengetikan
       Cara pengetikan naskah untuk setiap halaman mengikuti ketentuan berikut.
B.1. Huruf
Huruf yang digunakan untuk pengetikan naskah teks adalah sebagai berikut. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12. Untuk judul digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 16. Untuk penulisan bab digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 14.

B.2. Spasi
Spasi dalam pengetikan skripsi diatur sebagai berikut  (1) antara judul bab ke subbab tiga spasi; (2) jarak antara subbab dengan baris berikutnya berjarak dua setengah spasi; (3) jarak antara baris satu dengan baris lainnya dalam teks berjarak dua spasi. Adapun baris antara nomor halaman dengan baris teks berjarak dua spasi.
B.3. Margin
Margin diatur sebagai berikut: (1) margin kiri: dari tepi kertas sebelah kiri ke teks naskah 4 cm, (2) margin kanan: dari tepi kertas sebelah kanan ke teks naskah 3 cm, (3) dari tepi kertas bagian atas ke teks naskah berjarak 4 cm, dan (4) dari tepi kertas bagian bawah ke teks naskah berjarak 3 cm.
B.4. Pengetikan Bab dan Subbab
Nama bab diketik dengan huruf capital semua dan diatur secara sistematis tanpa diakhiri dengan tanda titik. Nomor urut bab ditulis dengan angka romawi dan ditempatkan secara sistematis di atas bab.
B.5. Pengetikan Alinea
Setiap alinea dimuai dengan baris yang menjorok ke kanan teks sebanyak lima ketukan dari margin kiri. Harus dihindari adanya satu alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat atau satu alinea yang terdiri atas berpuluh-puluh kalimat sampai memakan tempat satu halaman lebih. Setiap alinea berada pada halaman yang sama. Jika terpaksa harus disambung pada halaman berikutnya, bagian alinea yang harus diteruskan ke halaman berikutnya tidak kurang dari dua baris.

C.   Penomoran
Penomoran dalam penulisan skripsi ini meliputi penomoran halaman, penomoran bab, dan penomoran matematis.
C.1. Penomoran Halaman
Penomoran halaman pada halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman pernyataan, halaman persembahan, halaman motto, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, dan halaman abstrak menggunakan angka romawi kecil, ditulis di tengah bawah. Mulai dari bab pendahuluan, penomoran halaman menggunakan angka arab, ditulis di sudut kanan atas, kecuali dapa halaman bab. Nomor halaman pada bab ditulis di tengah bawah, berjarak dua spasi dari baris terakhir.
C.2. Penomoran Bab
Semua bab harus diberi nomor dengan menggunakan angka romawi besar, diletakkan di tengah-tengah margin atas. Kemudian disusul dengan judul bab di bawahnya, dengan jarak tiga spasi.

D.   Penulisan Bilangan
Lambang bilangan yang penyebutannya dalam teks terdiri atas satu kata, ditulis dengan huruf. Lambang bilangan yang penyebutannya lebih dari satu kata ditulis dengan angka. Bilangan yang menunjukan jumlah ditulis dengan tanda titik untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya. Adapun lambing bilangan atau angka pada awal kalimat ditulis dengan huruf.

E.   Penyajian Tabel dan Gambar
Penyajian table dan gambar dalam penulisan skripsi diatur dengan ketentuan sebagai berikut.
E.1. Penyajian Table
E.1.a. Penyajian table harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai dengan bab V.
E.1.b. Penomoran tabel menggunakan angka arab.
E.1.c. Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.
E.1.d. Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
E.1.e. Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi nama untuk penjelasan.
E.1.f. Format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang bersangkutan, di bawah kata “Tabel”. Kata-kata dalam judul tabel ditulis sebagai berikut.
E.1.f.(1). Kata-kata isi diawali dengan huruf capital.
E.1.f.(2). Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecll.


E.2. Penyajian Gambar
Pengertian gambar di sini mencakup foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, lukisan, dan yang sejenis. Ketentuan penyajiannya adalah sebagai berikut.
E.2.a. Gambar diberi judul dan nomor.
E.2.b. Nomor gambar menggunakan angka romawi.
E.2.c. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I    sampai bab V.
E.2.d. Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar yang bersangkutan.
E.2.e. Gambar tidak boleh dipotong atau dipenggal
E.2.f. Penulisan judul gambar mengikuti ketentuan pada judul tabel (judul gambar tabel ditulis di bawah gambar dengan penomoran urut sejak bab awal sampai dengan bab akhir).
E.2.g.Gambar harus dibuat sejelas mungkin sehingga mudah dimengerti.

F.    Sistematika Penomoran Isi Skripsi
Sistematika penomoran isi skripsi ada dua macam, yakni (1) Tipografi Angka-Huruf dan (2) Tipografi Kesatuan Desimal. Untuk penulisan skripsi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, tipografi yang dipergunakan adalah Tipografi Angka-Huruf. Contoh Tipografi Angka-Huruf adalah: BAB I , A., 1., a., 1)., a), (1), (a) dst.

G.   Teknik Penulisan Sumber Acuan dan Pengutipan
Bahan penulisan skripsi harus dikumpulkan sebelum penulisan dimulai. Bahan-bahan yang diperoleh dan dijadikan acuan/kutipan wajib ditunjukkan sebagai bukti pada saat ujian pendadaran. Jumlah referensi minimal yang dijadikan acuan/kutipan 15 referensi dari berbagai sumber. Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber ketika digunakan dalam penulisan skripsi ketentuan- ketentuan berikut harus ditaati.
G.1. Kutipan diawali dengan tanda kutip (“). Kutipan barbahasa Indonesia yang terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung dalam teks. Tanda titik yang mengakhiri kalimat kuipan dicantumkan sebelum tanda petik akhir.
G.2. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yan terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung di dalam teks. Kutipan ini didahului dan diakhiri oleh tanda petik. Di samping itu, kata demi kata pada seluruh kalimat kutipan itu ditulis dengan huruf miring.
G.3. Kutipan yang berasal dari bahasa Indonesia yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik di luar teks. Kutipan ini dibedakan dari teks utama, yakni menjorok ke dalam sebanyak 10 ketuk dari margin kiri dan kira-kira 5 ketuk dari margin kanan. Jarak antar baris teks adalah satu spasi, tidak diawali dan diakhiri dengan tanda petik.
G.4. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang terdiri atas empat baris atau lebih disajikan di luar teks, tidak ditulis dengan huruf miring, dan tidak diawali maupun diakhiri dengan tanda petik.
G.5. Jika yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, penulis harus membubuhkan tanda titik tiga buah (…). Apabila bagian yang dihilangkan tersebut mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dibubuhkan empat titik (….).
G.6. Penyebutan sumber kutipan dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip, langsung di dalam teks. Contoh:
(Susilo, 2010: 23)
Menurut Ishafit (2009:53)
Susilo dan Triwahyuningsih (2011:67) berpendapat________________
Rahayu, dkk. (2010:10-15).
G.7. Jika pengarangnya orang asing, sebutkan nama keluarganya saja. Contoh:
Derek Heater menjadi: (Heater, 1999: 39).
G.8. Jika kutipan itu berasal dari terjemahan, nama penterjemah harus disebutkan juga. Contoh: (Anderson terjemahan Suhardian: 1980: 54).
Jika yang digunakan untuk menulis skripsi itu disajikan dalam bentuk paraphrase atau ringkasan, maka pada akhir kalimat harus juga disebutkan sumbernya, sama seperti halnya pada kutipan.

H.   Penyusunan Daftar Pustaka
Kepustakaan merupakan sumber tertulis, baik yang dirujuk secara langsung maupun hanya menjadi bahan bacaan tambahan yang relevan bagi permasalahan yang dibahas. Kepustakaan ini dapat berupa buku (naskah), makalah (artikel), atau karya tulis yang lain seperti skripsi, tesis, disertasi, ataupun diktat. Kepustakaan yang dipergunakan untuk menyusun skripsi (dan juga karya ilmiah lainnya) harus dimasukkan ke dalam Daftar Pustaka. Tekik penyusunan daftar pustaka untuk lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut.
H.1. Penyajian daftar pustaka tidak bernomor urut, jarak antarbaris dalam satu sumber pustaka berspasi tunggal, dan didasarkan atas gaya urutan berikut: nama penulis, tahun penerbitan, judul karya tulis beserta keterangannya, tempat terbit, dan nama penerbit. Penyajian setiap unsur tersebut diikuti oleh tanda titik, kecuali unsur tempat terbit. Unsur tempat terbit diikuti oleh tanda titik dua.
H.2. Jarak pengetikan antara pustaka satu dengan pustaka lainnya adalah dua spasi.
H.3. Urutan nama penyajian nama penulis yang terdiri atas dua unsur atau lebih, baik yang menyatakan nama keluarga/marga maupun yang tidak menyatakan nama keluarga/marga, dibalik susunannya. Antara unsur nama yang telah dibalik itu dan unsur nama yang mengikutinya dipisahkan dengan tanda koma.
H.4. Daftar pustaka disusun alfabetis menurut nama resmi pengarangnya. Nama resmi penulis asing adalah nama keluarga (surname). Nama-nama lain atau huruf singkatannya (initial) ditulis di belakang nama resmi, dan dipisahkan dengan tanda koma. Bila pemilik nama tersebut sebagai penyuting buku, maka di belakang namanya dibubuhkantanda (ed.).
H.5. Bila pustaka ditulis oleh dua orang atau lebih, nama penulis dicantumkan secara berurutan. Nama penulis pertama dibalik urutannya sedangkan nama kedua dan seterusnya tidak dibalik urutannya, waaupun terdiri atas dua unsur atau lebih. Antarpenulis satu dan kedua (pada penulis yang terdiri atas dua orang) dihubungkan dengan kata dan. Antara nama penulis pertama dan kedua, ketiga, dan seterusnya (pada penulis yang lebih dari dua orang) dihubungkan dengan tanda koma, tetapi sebelum nama yang terakhir dibubuhkan kata dan.
H.6. Nama penulis yang terdiri atas empat atau lebih dapat disajikan hanya dengan satu nama penulis, sedangkan nama penulis lainnya dinyatakan dengan singkatan dkk. (digarisbawahi dan diakhiri dengan tanda titik). Contoh:
         Purwiati, dkk..1996. Frasa Verbal Bahasa Bali. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
H.7. Apabila pustaka itu diterbitkan oleh suatu instansi atau lembaga dengan tidak menyebutkan nama penulisannya, nama instansi atau lembaga tersebut dianggap sebagai penulisnya. Nama instansi atau lembaga tersebut ditulis sepenuhnya seperti adanya, tanpa dibalik susunannya. Contoh: Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto. 2005. Sawahlunto, Kota Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Sawahlunto: Pemda Kota Sawahlunto.
H.8. Judul buku atau makalah atau karya ilmiah lainnya yang berdiri sendiri dan belum diterbitkan disajikan dalam daftar pustaka dengan diapit oleh tanda petik. Urutan penyajiannya tidak dilengkapi dengan nama tempat dan nama penerbit, tetapi dilengkapi dengan nama tempat dan instansi yang memperbanyak makalah atau karya ilmiah itu.
H.9. Judul buku yang sudah diterbitkan disajikan tana tanda tepik, tetapi ditulis (1) dengan huruf miring apabila pengetikan dilakukan dengan komputer atau (2) diberi garis bawah kata demi kata apabila pengetikan dilakukan dengan mesin ketik manual.
H.10. Judul artikel yang dimuat dalam majalah atau surat kabar diapit dengan tanda petik, sedangkan nama surat kabar atau majalahnya ditulis dengan huruf miring apabila diketik dengan komputer atau garis bawah apabila diketik dengan mesin ketik manual. Tempat terbit dan nama penerbit tidak disajikan. Untuk majalah ditambahkan keterangan tentang volume dan nomor majalah itu serta tahun terbitnya, sedangkan untuk surat kabar ditambahkan keterangan tentang tanggal terbit, nomor halaman, serta nomor kolomnya.
H.11. Dua pustaka atau lebih yang ditulis oleh seorang penulis dan diterbitkan dalam tahun yang sama disajikan dengan menambahkan huruf a, b, c dan seterusnya pada unsur terbitnya.  Nama penulisnya tidak perlu ditulis dua kali atau lebih, tetapi dinyatakan dengan garis mendatar sebanyak 10 ketukan.
H.12. Untuk buku terjemahan harus dicantumkan nama pengarang asl dan tahun buku yang diterjemahkan, judul terjemahan, nama penerjemah beserta tahun penerbitan terjemahan tersebut.

I.      Penulisan Simbol
Simbol-simbol statistik harus ditulis sesuai dengan aslinya. Jika symbol-simbol tersebut tidak dapat ditulis dengan mesin ketik manual maupun komputer, maka symbol-simbol yang bersangkutan harus ditulis dengan tinta hitam dengan rapid an jelas.[5]

J.    Pembetulan Kesalahan
Kesalahan tulis yang tidak melebihi 15% dari jumlah halaman dalam setiap bab dapat dibetulkan dengan ralat. Untuk setiap halaman kasalahan tidak diperkenankan memiliki lebih dari tiga kesalahan. Kesalahan dalam menuliskan nama orang tidak boleh diralat, tetapi harus dibetulkan dengan alat korektor atau diganti. Usahakan pembetulan dilakukann tanpa harus mengurangi kerapian dan keindahan tulisan.









BAB III
PENUTUP
            Pengertian dasar laporan ialah menyajikan fakta secara objektif dan jelas. Peranan Laporan sebagai media komunikasi yang baik. Fungsi laporan penelitian untuk keperluan studi akademis, pengembangan ilmu pengetahuan, keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu.
            Laporan penelitian biasanya terdiri dari lima atau enam bab yang berisi diataranya pendahuluan, metodelogi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka, dan lampiran-lampiran.














DAFTAR PUSTAKA
Mahsun. 2005.  penelitian bahasa: tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: PT Grafindo Persadan.
Tanjung, Bahdin Nur dan Ardial. 2005. Pedoman Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: KENCANA
https://www.academia.edu/6123896



      [1] Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan Dan Peneliti Pemula (Bandung:2005)Hal 1

       [3] https://www.academia.edu/6123896
       [4] Tanjung, Bahdin Nur dan Ardial. 2005. Pedoman Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: KENCANA

       [5] Mahsun. 2005.  penelitian bahasa: tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: PT Grafindo Persadan.

format dan manfaat penulisan skrifsi