BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap mahasiswa yang akan
menyelesaikan tugas akhir, baik pada starata satu (S1) maupun pascasarjana
(S2), diwajibkan menyelesaikan satu tugas akademik, yaitu menulis karya ilmiah.
Di S1 hasil karya ilmiah di sebut skripsi dan pada pascasarjana di sebut tesis.
Skripsi dan tesis tersebut diangkat dari hasil karya ilmiah berbentuk
penelitian. Berkaitan dengan ini sebelum mahasiswa melakukan penelitian
diwajibkan mengajukan Usulan Penelitian atau Research Propsal/ Project Statement.
Penelitian dapat pula diartikan
sebagai pengamatan yang mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan
atau proses penemuan. Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup
sifat formal dan instensif, karakter formal dan intensif karena terikat aturan,
urutan maupun cara penyajian agar memperoleh hasil yang bermanfaat bagi
manusia, intensif dengan menerapkan ketelitian, dan ketepatan dalam melakukan
proses agar memperoleh hasil yang dipertanggungjawabkan, memecahkan problem
melalui hubungan sebab akibat.
Penulisan makalah ini bertujuan
untuk memaparkan metodelogi laporan penelitian yang baik dan benar. Laporan
penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan
hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitan (Bahdin : 7).
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian laporan penelitian ?
2.
Apa tujuan penulisan laporan penelitian ?
3.
Apa manfaat laporan penelitian ?
4.
Bagaimana sistematika penulisan laporan penelitian yang
benar ?
C. Tujuan Pembahasan
1.
Untuk mengetahui apa pengertian dari laporan penelitian.
2.
Untuk mengetahui tujuan penulisan laporan penelitian.
3.
Untuk mengetahui manfaat penulisan laporan penelitian.
4.
Untuk mengetahui sistematika penulisan laporan penelitian yang benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Laporan Penelitian
Laporan penelitian dalam bahasa
Inggris report berasal dari bahasa Latin portare yang berarti
membawa, menyangkut, menyampaikan. Penelitian menurut Kerlinger ialah proses
menemuan yang mempunyai karakteristik sistematik dan terkontrol, empiris dan
berdasarkan pada tiori dan hipotesis atau jawaban sementara. Menurut Bahdin (35:2005) laporan
penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan
hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitan
Kesimpulan yang dapat di ambil dari
beberapa pengertian menurut para ahli yaitu, laporan penelitian adalah kerja
akhir dari suatu proses panjang atau pendek dari suatu penelitian atau tahapan
penelitian tertentu yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang
disusulah secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat
pada waktunya.[1]
Laporan penelitian menjadi semakin penting setelah dijadikan peninggalan
tertulis dari suatu penelitian yang telah dilaksanakan.
B. Tujuan Laporan
Penelitian
1.
Untuk mengenal pasti masalah
Dalam penulisan laporan penelitian yang dibuat harus bisa
membuat pembaca ataupun penulis
benar-benar mengenali bahan yang dibahas.
2.
Mencanangkan penyelesaian
Dalam setiap laporan penelitian biasanya disugukan dengan
masalah dan tentunya membutuhkan
solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penyelesaian yang di canangkan
harus tepat sehingga tujuan yang ingin disampaikan dapat tercapai.
3.Mencanangkan
tindakan yang perlu dilakukan
Dalam hal ini penulis hendaknya mencantumkan beberapa tindakan
yang perlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga ada kejelasan
berupa fakta bukan hanya opini semata.
4.
Membuat kesimpulan
Kesimpulan merupakan inti dari penelitian yang sudah di
buat oleh penulis. Kesimpulan memegang peranan penting agar pembaca dapat
memahami keseluruhan dari isi laporan yang di buat serta tujuan dan juga
manfaatanya.
C. Manfaat Laporan
Penelitian[2]
1.
Menyampaikan informasi (presentation of
information).
Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk menyampaikan
informasi seputar penelitian yang sudah dibuat oleh penulis.
Informasi-informasi yang disampaikan tentunya diharapkan dapat berguna bagi
masyarakat.
2.
Komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu maksud kepada pihak yang
disarankan.
Seperti yang kita ketahui bahwa
laporan penelitian merupakan komunikasi tertulis dimana ide penelitian
disampaikan oleh penulis lewat media tulis. Keguanaannya adalah untuk
mempermudah komunikasi sehingga mengurangi pertemuan tatap muka, media tulisan
yang dipilih sudah bisa mewakili apa yang ingin disampaikan oleh penulis.
3.
Dokumen yang memberikan maklumat, laporan, ide kepada pembaca tentang suatu
hal.
Laporan penelitian adalah sebuah
dokumen sah yang memuat suatu ide untuk disampaikan kepada penulis.
D. Sistematika
Penulisan Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah bagian
dari karya ilmiah oleh karena itu penulisan nya harus sesuai dengan kode etik
penulisan karya ilmiah. Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu di
perhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan
dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang di gunakan, dan penyebutan sumber
data atau informan.
Suatu laporan penelitian umumnya dibagi
dalam 6 (enam) bab. Sebelum bab-bab
laporan, ada bagian pendahuluan yang memberikan gambaran umum mengenai laporan.
Bagian laporan penelitian pada umumnya terdiri dari beberapa halaman yang
berisi:
1.
Halaman judul
a.
Judul haruslah singkat, spesifik, dan jelas.
b.
Judul harus menarik perhatian pembaca ketika di baca sepintas.
c.
Judul sebaiknya menggambarkan cakupan dan isi yang sedang di teliti.
2. Halaman persetujuan
Halaman persetujuan merupakan halaman yang berisi persetujuan dari pembimbing penelitian terhadap proses, hasil dan laporan penelitian
siswa atau mahasiswa.
3. Halaman
pengesahan dari rektor atau pusat
penelitian
Tanda pengesahan promotor yang menyatakan bahwa laporan
sudah sah.
4. Abstrak
a.
Merupakan ringkasan hasil penelitian yang lengkap.
b.
Mencangkup permasalahan (latar belakang), metode, dan hasil penelitian.
c.Tabel
dan grafik tidak boleh dicantumkan dalam abstrak.
5. Kata pengantar
Kata
pengantar berisi pernyataan ringkas tentang masalah tujuan, lembaga yang
mensponsori peneliatian, dan sebagainya.[3]
Pengantar dapat ditulis oleh orang yang memimpin atau oleh lembaga penelitian
atau oleh seseorang yang mewakili lembaga yang mensponsori
penelitian.
6. Daftar isi
Daftar isi bertujuan agar pembaca dapat
mengenali bagian-bagian laporan dan mereka dapat melihat hubungann antara satu
bagian dengan bagian yang lainnya.
7. Daftar tabel
8.
Daftar gambar atau grafik (jika ada)
Menurut
Mahsun (2005:126) sistematika penulisan laporan yang terdiri dari enam bab
adalah sebagai berikut.
1)
Bab
I (Pendahuluan)
Pendahuluan Berisi hal-hal yang dapat
memperkenalkan secara ringkas kepada pembaca tentang masalah penelitian, ruang
lingkupnya, keguanaan teoritis, serta praktisnya, tinjauan pustaka dan kerangka
teori, serta metode peneliatian . ikhwal bagaimana membuat rumusan masalah,
tinjauan masalah, kerangka teori, dan penentuan metode penelia, pada uraian bab
II.
2)
Bab
II (Metodologi Penelitian)
Hal serupa dijelaskan
metode penelitian pada dasarnya adalah suatu prosedur kerja yang
sistematis, teratur, dan tertib yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah
untuk memecahkan suatu masalah (penelitian) guna mendapatkan kebenaran yang
objektif.
3)
Bab III (Hasil
Penelitian dan Pembahasan)
Pada bagian ini dikemukakan hasil serta analisis data yang
diperoleh pada tahap penyedian data sehingga diperoleh rumusan kaidah yang
mengetur gejala kebahasaan yang menjadi obyek penelitian.
4)
Bab IV (Kesimpulan
dan Saran)
Kesimpulan harus perkataan singkat dan
tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan. Dalam kesimpulan
ini akan terjamin akan tercermin jawaban darai masalah yang diajukan dalam
penelitian dan sekaligus mencerminkan apa yang menjadi isi pada bagian hasil
dan pembahasan.
Saran dirumuskan berdasarkan pengalaman
dan pertimbangan pebulis yang ditunjukan pada peneliti yang sebidang yang
hendak melanjutkan penelitian yang serupa ataumengembangkan penelitian yang
jtelah dilakukan.
5)
Bab V(Daftar Pustaka)
Semua dokumen, baik yang dipublikasikan
maupun tidak dipublikasikan, yang digubakan
pada laporan kita semuanya dicantumkan sebagai bdaftra kepustakaan yang
ditempatkan dibagian akhir lapoaran.
6)
Bab VI (Lapiaran –
lampiran)
Lampiran biasanya berisi hal-hal teknis
yang akan tampak tidak praktis kalau dimaksukkan kedalam teks laporan atau akan
tidak pantas karena akan mengganggu kelancaran penyajian laporan .
E. Format penulisan skripsi
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menyusun hasil
penelitian menjadi sebuah karangan berbentuk skripsi.[4]
Diantara banyak hal yang harus diperhatikan itu adalah (1) kertas dan
ukurannya, (2) cara pengetikan, (3) penomoran, (4) penulisan bilangan, (5)
alenia, (6) penyajian table, gambar, diagram, dan lukisan, (7) penulisan
sumber, (8) penyusunan daftar pustaka, dan (9) penulisan symbol.
A. Kertas dan Ukuran
Kertas yang dipergunakan dalam penulisan skripsi meliputi
(1) kertas untuk naskah dan (2) kertas untuk sampul. Ketentuan mengenai kedua
kertas itu adalah sebagai berikut.
A.1. Kertas untuk Naskah
Kertas yang dipergunakan untuk mengetik naskah adalah
kertas HVS dengan ukuran kuarto,
berat 80 gram, dan berwarna putih. Jika dalam penulisan naskah terdapat
lembaran yang harus menggunakann kertas lain (misalnya kertas millimeter atau
kertas kalkir), kertas tersebut harus dilipat berukuran kuarto.
A.2. Kertas untuk Sampul
Kertas yang dipergunakan untuk sampul adalah kertas kuarto
dijilid model hardcover. Kertas untuk sampul tersebut pada
dasarnya memiliki ukuran yang sama dengan kertas untuk naskah. Adapun warnanya
diatur sesuai warna prodi masing-masing.
B. Cara Pengetikan
Cara pengetikan naskah untuk setiap halaman mengikuti ketentuan
berikut.
B.1. Huruf
Huruf yang digunakan untuk pengetikan naskah teks adalah
sebagai berikut. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12. Untuk judul
digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 16. Untuk penulisan
bab digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 14.
B.2. Spasi
Spasi dalam pengetikan skripsi diatur sebagai berikut
(1) antara judul bab ke subbab tiga spasi; (2) jarak antara subbab dengan baris
berikutnya berjarak dua setengah spasi; (3) jarak antara baris satu dengan
baris lainnya dalam teks berjarak dua spasi. Adapun baris antara nomor halaman
dengan baris teks berjarak dua spasi.
B.3. Margin
Margin diatur sebagai berikut: (1) margin kiri: dari tepi
kertas sebelah kiri ke teks naskah 4 cm, (2) margin kanan: dari tepi kertas sebelah
kanan ke teks naskah 3 cm, (3) dari tepi kertas bagian atas ke teks naskah
berjarak 4 cm, dan (4) dari tepi kertas bagian bawah ke teks naskah berjarak 3
cm.
B.4. Pengetikan Bab dan
Subbab
Nama bab diketik dengan huruf capital semua dan diatur
secara sistematis tanpa diakhiri dengan tanda titik. Nomor urut bab ditulis
dengan angka romawi dan ditempatkan secara sistematis di atas bab.
B.5. Pengetikan Alinea
Setiap alinea dimuai dengan baris yang menjorok ke kanan
teks sebanyak lima ketukan dari margin kiri. Harus dihindari adanya satu alinea
yang hanya terdiri atas satu kalimat atau satu alinea yang terdiri atas
berpuluh-puluh kalimat sampai memakan tempat satu halaman lebih. Setiap alinea
berada pada halaman yang sama. Jika terpaksa harus disambung pada halaman
berikutnya, bagian alinea yang harus diteruskan ke halaman berikutnya tidak
kurang dari dua baris.
C. Penomoran
Penomoran dalam penulisan skripsi ini meliputi penomoran
halaman, penomoran bab, dan penomoran matematis.
C.1. Penomoran Halaman
Penomoran halaman pada halaman judul, halaman persetujuan
pembimbing, halaman pengesahan, halaman pernyataan, halaman persembahan,
halaman motto, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar
table, halaman daftar gambar, dan halaman abstrak menggunakan angka romawi
kecil, ditulis di tengah bawah. Mulai dari bab pendahuluan, penomoran halaman
menggunakan angka arab, ditulis di sudut kanan atas, kecuali dapa halaman bab.
Nomor halaman pada bab ditulis di tengah bawah, berjarak dua spasi dari baris
terakhir.
C.2. Penomoran Bab
Semua bab harus diberi nomor dengan menggunakan angka
romawi besar, diletakkan di tengah-tengah margin atas. Kemudian disusul dengan
judul bab di bawahnya, dengan jarak tiga spasi.
D. Penulisan Bilangan
Lambang bilangan yang penyebutannya dalam teks terdiri atas
satu kata, ditulis dengan huruf. Lambang bilangan yang penyebutannya lebih dari
satu kata ditulis dengan angka. Bilangan yang menunjukan jumlah ditulis dengan
tanda titik untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya. Adapun
lambing bilangan atau angka pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
E. Penyajian Tabel dan Gambar
Penyajian table dan gambar dalam penulisan skripsi diatur
dengan ketentuan sebagai berikut.
E.1. Penyajian Table
E.1.a. Penyajian table harus dilakukan
secara sistematis, oleh karena itu judul table perlu mendapatkan penomoran.
Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai dengan
bab V.
E.1.b. Penomoran tabel menggunakan angka
arab.
E.1.c. Tabel dibedakan menjadi dua macam,
yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran
menggunakan urutan penomoran sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan
teks.
E.1.d. Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
E.1.e. Pembuatan kolom dan baris harus
jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi nama untuk penjelasan.
E.1.f. Format judul tabel ditulis di
tengah dan simetris di atas tabel yang bersangkutan, di bawah kata “Tabel”.
Kata-kata dalam judul tabel ditulis sebagai berikut.
E.1.f.(1). Kata-kata isi diawali dengan huruf capital.
E.1.f.(2). Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecll.
E.2. Penyajian Gambar
Pengertian gambar di sini mencakup foto,
grafik, diagram, peta, bagan, skema, lukisan, dan yang sejenis. Ketentuan
penyajiannya adalah sebagai berikut.
E.2.a. Gambar diberi judul dan nomor.
E.2.b. Nomor gambar menggunakan angka romawi.
E.2.c. Sistem penomoran ini dimulai
secara berturut-turut sejak bab I sampai bab V.
E.2.d. Nomor dan judul
gambar diletakkan di bawah gambar yang bersangkutan.
E.2.e. Gambar tidak boleh dipotong atau dipenggal
E.2.f. Penulisan judul gambar mengikuti
ketentuan pada judul tabel (judul gambar tabel ditulis di bawah gambar dengan
penomoran urut sejak bab awal sampai dengan bab akhir).
E.2.g.Gambar harus dibuat sejelas
mungkin sehingga mudah dimengerti.
F.
Sistematika Penomoran Isi Skripsi
Sistematika penomoran isi skripsi ada dua
macam, yakni (1) Tipografi Angka-Huruf dan (2) Tipografi Kesatuan Desimal.
Untuk penulisan skripsi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Ahmad Dahlan, tipografi yang dipergunakan adalah Tipografi
Angka-Huruf. Contoh Tipografi Angka-Huruf adalah: BAB I , A., 1., a., 1)., a),
(1), (a) dst.
G. Teknik Penulisan Sumber Acuan dan Pengutipan
Bahan penulisan skripsi harus dikumpulkan
sebelum penulisan dimulai. Bahan-bahan yang diperoleh dan dijadikan
acuan/kutipan wajib ditunjukkan sebagai bukti pada saat ujian pendadaran.
Jumlah referensi minimal yang dijadikan acuan/kutipan 15 referensi dari
berbagai sumber. Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber ketika
digunakan dalam penulisan skripsi ketentuan- ketentuan berikut harus ditaati.
G.1. Kutipan diawali dengan tanda kutip
(“). Kutipan barbahasa Indonesia yang terdiri atas tiga baris atau kurang
disajikan langsung dalam teks. Tanda titik yang mengakhiri kalimat kuipan
dicantumkan sebelum tanda petik akhir.
G.2. Kutipan yang berasal dari bahasa
asing atau bahasa daerah yan terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan
langsung di dalam teks. Kutipan ini didahului dan diakhiri oleh tanda petik. Di
samping itu, kata demi kata pada seluruh kalimat kutipan itu ditulis dengan
huruf miring.
G.3. Kutipan yang berasal dari bahasa
Indonesia yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik di luar teks.
Kutipan ini dibedakan dari teks utama, yakni menjorok ke dalam sebanyak 10
ketuk dari margin kiri dan kira-kira 5 ketuk dari margin kanan. Jarak antar
baris teks adalah satu spasi, tidak diawali dan diakhiri dengan tanda petik.
G.4. Kutipan yang berasal dari bahasa
asing atau bahasa daerah yang terdiri atas empat baris atau lebih disajikan di
luar teks, tidak ditulis dengan huruf miring, dan tidak diawali maupun diakhiri
dengan tanda petik.
G.5. Jika yang dikutip ada bagian yang
dihilangkan, penulis harus membubuhkan tanda titik tiga buah (…). Apabila
bagian yang dihilangkan tersebut mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu
dibubuhkan empat titik (….).
G.6. Penyebutan sumber kutipan
dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang
dikutip, langsung di dalam teks. Contoh:
(Susilo, 2010: 23)
Menurut Ishafit (2009:53)
Susilo dan Triwahyuningsih (2011:67)
berpendapat________________
Rahayu, dkk. (2010:10-15).
G.7. Jika pengarangnya orang asing,
sebutkan nama keluarganya saja. Contoh:
Derek Heater menjadi: (Heater, 1999:
39).
G.8. Jika kutipan itu berasal dari
terjemahan, nama penterjemah harus disebutkan juga. Contoh: (Anderson
terjemahan Suhardian: 1980: 54).
Jika yang digunakan untuk menulis skripsi itu disajikan
dalam bentuk paraphrase atau ringkasan, maka pada akhir kalimat harus juga
disebutkan sumbernya, sama seperti halnya pada kutipan.
H. Penyusunan Daftar Pustaka
Kepustakaan merupakan sumber tertulis, baik yang dirujuk
secara langsung maupun hanya menjadi bahan bacaan tambahan yang relevan bagi
permasalahan yang dibahas. Kepustakaan ini dapat berupa buku (naskah), makalah (artikel),
atau karya tulis yang lain seperti skripsi, tesis, disertasi, ataupun diktat.
Kepustakaan yang dipergunakan untuk menyusun skripsi (dan juga karya ilmiah
lainnya) harus dimasukkan ke dalam Daftar Pustaka. Tekik penyusunan daftar
pustaka untuk lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut.
H.1. Penyajian daftar pustaka tidak
bernomor urut, jarak antarbaris dalam satu sumber pustaka berspasi tunggal, dan
didasarkan atas gaya urutan berikut: nama penulis, tahun penerbitan, judul
karya tulis beserta keterangannya, tempat terbit, dan nama penerbit. Penyajian
setiap unsur tersebut diikuti oleh tanda titik, kecuali unsur tempat terbit.
Unsur tempat terbit diikuti oleh tanda titik dua.
H.2. Jarak pengetikan antara pustaka
satu dengan pustaka lainnya adalah dua spasi.
H.3. Urutan nama penyajian nama penulis
yang terdiri atas dua unsur atau lebih, baik yang menyatakan nama
keluarga/marga maupun yang tidak menyatakan nama keluarga/marga, dibalik
susunannya. Antara unsur nama yang telah dibalik itu dan unsur nama yang
mengikutinya dipisahkan dengan tanda koma.
H.4. Daftar pustaka disusun alfabetis
menurut nama resmi pengarangnya. Nama resmi penulis asing adalah nama keluarga
(surname). Nama-nama lain atau huruf singkatannya (initial) ditulis di belakang
nama resmi, dan dipisahkan dengan tanda koma. Bila pemilik nama tersebut
sebagai penyuting buku, maka di belakang namanya dibubuhkantanda (ed.).
H.5. Bila pustaka ditulis oleh dua
orang atau lebih, nama penulis dicantumkan secara berurutan. Nama penulis
pertama dibalik urutannya sedangkan nama kedua dan seterusnya tidak dibalik
urutannya, waaupun terdiri atas dua unsur atau lebih. Antarpenulis satu dan
kedua (pada penulis yang terdiri atas dua orang) dihubungkan dengan kata dan.
Antara nama penulis pertama dan kedua, ketiga, dan seterusnya (pada penulis
yang lebih dari dua orang) dihubungkan dengan tanda koma, tetapi sebelum nama
yang terakhir dibubuhkan kata dan.
H.6. Nama penulis yang terdiri atas
empat atau lebih dapat disajikan hanya dengan satu nama penulis, sedangkan nama
penulis lainnya dinyatakan dengan singkatan dkk. (digarisbawahi dan diakhiri
dengan tanda titik). Contoh:
Purwiati,
dkk..1996. Frasa Verbal Bahasa Bali. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
H.7. Apabila pustaka itu diterbitkan
oleh suatu instansi atau lembaga dengan tidak menyebutkan nama penulisannya,
nama instansi atau lembaga tersebut dianggap sebagai penulisnya. Nama instansi
atau lembaga tersebut ditulis sepenuhnya seperti adanya, tanpa dibalik
susunannya. Contoh: Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto. 2005. Sawahlunto, Kota
Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Sawahlunto: Pemda Kota Sawahlunto.
H.8. Judul buku atau makalah atau karya
ilmiah lainnya yang berdiri sendiri dan belum diterbitkan disajikan dalam
daftar pustaka dengan diapit oleh tanda petik. Urutan penyajiannya tidak
dilengkapi dengan nama tempat dan nama penerbit, tetapi dilengkapi dengan nama
tempat dan instansi yang memperbanyak makalah atau karya ilmiah itu.
H.9. Judul buku yang sudah diterbitkan
disajikan tana tanda tepik, tetapi ditulis (1) dengan huruf miring apabila
pengetikan dilakukan dengan komputer atau (2) diberi garis bawah kata demi kata
apabila pengetikan dilakukan dengan mesin ketik manual.
H.10. Judul artikel yang dimuat dalam
majalah atau surat kabar diapit dengan tanda petik, sedangkan nama surat kabar
atau majalahnya ditulis dengan huruf miring apabila diketik dengan komputer
atau garis bawah apabila diketik dengan mesin ketik manual. Tempat terbit dan
nama penerbit tidak disajikan. Untuk majalah ditambahkan keterangan tentang
volume dan nomor majalah itu serta tahun terbitnya, sedangkan untuk surat kabar
ditambahkan keterangan tentang tanggal terbit, nomor halaman, serta nomor
kolomnya.
H.11. Dua pustaka atau lebih yang
ditulis oleh seorang penulis dan diterbitkan dalam tahun yang sama disajikan
dengan menambahkan huruf a, b, c dan seterusnya pada unsur terbitnya.
Nama penulisnya tidak perlu ditulis dua kali atau lebih, tetapi dinyatakan
dengan garis mendatar sebanyak 10 ketukan.
H.12. Untuk buku terjemahan harus
dicantumkan nama pengarang asl dan tahun buku yang diterjemahkan, judul
terjemahan, nama penerjemah beserta tahun penerbitan terjemahan tersebut.
I.
Penulisan Simbol
Simbol-simbol statistik harus ditulis sesuai dengan
aslinya. Jika symbol-simbol tersebut tidak dapat ditulis dengan mesin ketik
manual maupun komputer, maka symbol-simbol yang bersangkutan harus ditulis
dengan tinta hitam dengan rapid an jelas.[5]
J. Pembetulan Kesalahan
Kesalahan tulis yang tidak melebihi 15% dari jumlah halaman
dalam setiap bab dapat dibetulkan dengan ralat. Untuk setiap halaman kasalahan
tidak diperkenankan memiliki lebih dari tiga kesalahan. Kesalahan dalam
menuliskan nama orang tidak boleh diralat, tetapi harus dibetulkan dengan alat
korektor atau diganti. Usahakan pembetulan dilakukann tanpa harus mengurangi
kerapian dan keindahan tulisan.
BAB III
PENUTUP
Pengertian dasar laporan ialah menyajikan
fakta secara objektif dan jelas. Peranan Laporan sebagai media komunikasi yang
baik. Fungsi laporan penelitian untuk keperluan studi akademis, pengembangan
ilmu pengetahuan, keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau
lembaga bisnis tertentu.
Laporan penelitian biasanya terdiri
dari lima atau enam bab yang berisi diataranya pendahuluan, metodelogi
penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar
pustaka, dan lampiran-lampiran.
DAFTAR PUSTAKA
Mahsun.
2005. penelitian bahasa: tahapan strategi, metode, dan tekniknya.
Jakarta: PT Grafindo Persadan.
Tanjung,
Bahdin Nur dan Ardial. 2005. Pedoman
Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: KENCANA
https://www.academia.edu/6123896